INDAHNYA RAMADHAN
Oleh: Haslinda Lukman

Bulan Ramadhan merupakan bulan berkat, bulan rahmat, bulan keampunan serta punya banyak kelebihan. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadat bagi mencari keredhaan Allah sepanjang Ramadhan ini, dibawa beberapa hadis yang menceritakan mengenai kelebihannya.
Rasulullah SAW yang maksudnya : Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai�e, Ahmad dan Baihaqi )
Rasulullah SAW telah bersabda yang maksudnya :Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu.(- HR Imam Nasai�e, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi-)
Rasulullah S.A.W telah bersabda yang maksudnya : Setiap amalan anak Adam baginya melainkan puasa maka ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara .Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditangan-Nya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya.(HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai�e, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan Baihaqi)
Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR Tirmidzi)
Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa�d R.A daripada Nabi SAW bersabda yang maksudnya: �Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: �Dimanakah orang-orang yang berpuasa?� Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari padanya.� (HR Bukhari)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A daripada Rasulullah SAW bersabda: Maksudnya: �Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: �Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia(orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku.� (H.R Muslim)
Diriwayatkan daripada Abu Sa�id Al-Khudri R.A, aku mendengar Nabi SAW bersabda: Maksudnya: �Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan)
70 tahun.� (HR Bukhari)
Dari Ibnu �Umar RA, katanya Rasulullah saw. bersabda: �Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal.� (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Nabi SAW. bersabda: �Puasa dan Al Qur�an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, �Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.� Dan Al Qur�an pun berkata, �Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.� Lalu syafaat keduanya diterima Allah.�( H.R Ahmad)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: �Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:
1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.
2. Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah menghias syurga-Nya sambil berkata, �Hamba-hamba Ku yang soleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.�
4. Pada bulan ini diikat syaitan-syaitan yang derhaka sehingga mereka tidak berleluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.
5. Mereka diampuni oleh Allah SWT pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, �Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?� Beliau menjawab, �Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya.� (H.R Ahmad)
Dari Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda: �Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.� (HR Ahmad)
Rasulullah SAW bersabda: Sahur itu seluruhnya berkat, karena itu janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya memberi salawat kepada orang-orang yang makan pada waktu sahur. (H.R Ahmad)
Sabda Rasulullah SAW.; �Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir.� (H.R Ahmad, Bukhari, Abu Dawud & Tirmidzi)
Nabi SAW bersabda; �Tidurnya orang yang puasa tetap dalam ibadat dan diamnya dianggap tasbih dan amalnya dilipat gandakan dan doanya mustajab dan dosanya diampunkan.� ( Riwayat Al Baihaqi)
Rasululah SAW bersabda; �Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa.� ( Sahih Bukhari)
Semoga paparan ini dapat membuka minda kita bagi merebut peluang keemasan yang ada dibulan Ramadhan kali ini.(Selamat Berpuasa!)
Tetap update tulisan dari ♥ ikhwan zulfi ♥ di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!
http://www.zulfi19.cybermq.com/post/detail/4890/indahnya-ramadhan
25/08/10 20:09
Did you like this? Share it:
August 26th, 2010
Indahnya Ramadhan
Tuesday, 27 July 2010 10:48 H Amin Santoso
Kita hampir melewati bulan Sya’ban. Banyak orang di tengah masyarakat mulai sibuk menyiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan barakah. Masyarakat sibuk dengan menghitung hari, masjid-masjid berbenah untuk persiapan shalat tarawih dan buka puasa bersama dan persiapan lain yang tengah disiapkan masyarakat terutama kaum muslimin. Tanpa banyak yang mengetahui apa sebetulnya makna dan hikmah yang terkandung di bulan Ramadhan tersebut.
“Marhaban ya Ramadhan”. Kalimat itu menggema di belahan dunia ini menandai datangnya bulan suci, bulan penuh berkah dan maghfirah yang senantiasa ditunggu-tunggu umat muslim. Jika kita merenung, makna dari kata Ramadhan begitu besar dan mendalam seakan menjadi titik tumpu setiap umat atas sejuta harapan untuk kehidupan yang lebih baik pasca Ramadhan. Banyak yang berpendapat, jika muara Ramadhan yang ditandai dengan “Idul Fitri” dijadikan sebagai hari kemenangan setiap umat yang menunaikannya. Benarkah pendapat tersebut?
Ramadhan adalah sebuah momentum yang amat ditunggu-tunggu umat muslim di berbagai belahan dunia. Kehadiran bulan suci diharapkan akan memberikan ”pencerahan” baru setelah (hampir) setahun lamanya kita berkutat dengan persoalan-persoalan duniawi yang tak jarang membuat kita mengabaikan terhadap nilai-nilai spiritual. Sangat tepat jika Ramadhan kita katakan sebagai jembatan untuk kembali meraih dan membangun nilai-nilai spiritual dalam diri umat.
Kurun waktu dua belas bulan, bukanlah waktu yang sebentar. Dalam kurun itu, kita tidak sadar telah menumpukkan berbagai bentuk pengingkaran, baik terhadap sang Khalik maupun terhadap diri sendiri, serta terhadap sesama umat. Alhasil khilaf, salah, dan dosalah yang bersarang dalam diri yang bersebut sebagai makhluk paling sempurna dengan kelengkapan akal dan pikiran. Oleh karenanya, kita sepakat jika Ramadhan yang penuh dengan kesucian kita maknai sebagai bulan “pencerahan” bagi umat muslim di berbagai belahan dunia.
Begitu mendalamnya makna Ramadhan, hingga kita saksikan ternyata tanpa komando pun keagungan Ramadhan akan terasa di setiap penjuru. Berbagai aktivitas kehidupan pada bulan tersebut berbeda sekali dengan bulan-bulan di luar Ramadhan. Setiap orang sepakat untuk menghormati kehadiran bulan tersebut. Seharusnya kita berpikir, bahwa begitu banyak nilai dan norma yang akan terbentuk ulang dalam diri setiap umat dan kembali menjadi cerah sebagai pancaran harapan untuk kehidupan lebih baik. Itulah hikmah Ramadhan. Pikiran sederhana tentang hikmah Ramadhan, menyiratkan bahwa ada beberapa sudut kehidupan dalam wilayah tingkah laku ketika bersosialisasi dengan sesama di tengah-tengah kehidupan.
Pertama, sabar. Kata sabar mudah sekali diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan sangat melatih kesabaran kita. Sebagai ilustrasi, kita sabar tidak makan dan minum sepanjang hari sebelum waktunya tiba. Ketika sore hari menjelang waktunya berbuka puasa, tanpa kesabaran tidak mungkin kita dapat bertahan. Sekalipun hanya tinggal hitungan menit kita tetap menunggunya dengan sabar, tidak berani menghampiri dan menyentuh sajian makanan dan minuman sebelum waktunya tiba.
Ramadhan adalah bulan di mana kita hendaknya melepaskan diri dari amarah dan syahwat. Karena sejatinya berpuasa dalam bulan Ramadhan adalah menahan diri dari syahwat (keinginan) baik mulut, perut dan apa yang ada di bawah perut, serta menahan diri dari amarah. Dua hal itulah yang senantiasa membebani hidup manusia sehingga tidak dapat merasakan hakikat hidup. Ketika kita bisa membebaskan diri dari amarah dan syahwat, maka hidup ini akan terasa enak, nikmat, ringan dalam beramal dan berbuat kebaikan. Nah, hal itulah yang menjadi target kualifikasi dari para lulusan Madrasah Ramadhan. Lalu, bagaimanakah persiapan kita agar dapat menjadi murid yang baik di Madrasah Ramadhan ?
Kedua, jujur. Jujur pun demikian sulit sekali untuk dilaksanakan. Jujur adalah salah satu sifat yang bertolak belakang dengan keinginan manusia pada umumnya. Bulan suci Ramadhan akan mengelola sifat jujur itu. Ada satu kalimat atau ungkapan yang sering kita sebut ketika masuk bulan suci Ramadhan yaitu “tidak boleh berbohong”. Ungkapan itu menandakan bahwa kejujuran sangat diperjuangkan di bulan yang suci itu, sehingga selama Ramadhan segenap umat akan berlatih untuk bersikap jujur.
Ketiga, disiplin. Ilustrasi yang melukiskan bahwa kedisiplinan sangat dilatih di bulan suci Ramadhan, tidak diragukan lagi. Sebagai contoh saja, misalnya tahapan kegiatan dalam satu hari satu malam sepanjang bulan tersebut sangatlah teratur. Ketika dini hari, kita sudah harus bangun dalam jam tertentu untuk melaksanakan sahur, boleh makan dan minum sampai tiba waktu imsak. Mulai waktu imsak, sepanjang hari kita tidak berani makan dan minum sebelum waktu buka puasa tiba. Selepas shalat Magrib, bersama-sama melaksanakan shalat tarawih berjamaah dan tidak jarang diikuti dengan kegiatan ibadah lainnya ketika malam hari. Runtutan kegiatan itu terus berulang sepanjang bulan Ramadhan, disiplin sekali.
Keempat, kebersamaan atau berempati. Manusia sebagai makhluk sosial harus mengedepankan kebersamaan. Di bulan suci Ramadhan, sikap kebersamaan sangat terlihat dengan jelas. Ini membuktikan bahwa bulan Ramadhan pun akan melatih kebersamaan dalam kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan bersama-sama, misalnya membantu dan menolong tercermin ketika melaksanakan zakat fitrah. Di akhiri dengan ucapan dan doa: “Taqabballahu minna wa minkum taqabbal ya karim”. Mulai dari kehidupan keluarga; kita melaksanakan makan sahur bersama keluarga dan tidak ada yang berani menolaknya. Shalat tarawih berjamaah menyemarakkan kegiatan di setiap mushola dan masjid. Saling membantu dan menolong tercermin ketika melaksanakan zakat fitrah. Di akhiri dengan ucapan dan doa: Taqabballahu minna wa minkum taqabbal ya karim.
Dalam lafal doa di atas terdapat kata “berkahilah”. Apakah makna dari “berkah” itu? Berkah memiliki makna ziyadatul hasan atau ziyadatul khair, yaitu bertambahnya kebaikan. Sesuatu itu bisa disebut berkah manakala ada sebuah peningkatan atau bertambahnya kebaikan yang dikarenakan sesuatu itu. Misalnya seseorang memiliki keberkahan rezeki, itu berarti rezeki tersebut memberikan tambahan kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Entah dengan rezeki itu dia dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik, atau menunaikan hak orang-orang fakir dan miskin, dan seterusnya. Yang jelas ada nilai kebaikan dari sesuatu itu, yang tentunya kebaikan tidak hanya di dunia.
Sebagai refleksi akhir Ramadhan, dapat kita bandingkan suasana kaum muslimin di masa Rasulullah saw. dengan masa terkini. Selama sebulan penuh kita dikondisikan untuk bersabar, jujur, disiplin, dan berempati sesama muslim lain. Ujungnya pada 1 Syawal kita mengalami “kemenangan” setelah terkondisi menahan diri sebulan. Adapun, kaum muslimin di masa Rasulullah justru bersedih ketika akan berpisah dengan bulan Ramadhan. Mereka justru berharap agar Ramadhan bukan hanya 1 bulan, melainkan 12 bulan. Dengan mata batinnya, kaum muslimin masa itu justru merasakan euforia kemenangan selama bulan Ramadhan, bukan setelah bulan Ramadhan. Dan pada saat itulah kaum muslimin dahulu benar-benar mampu merasakan indahnya Ramadhan.
Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan Ramadhan yang suci sebagai momentum untuk bangkit dari ketidakberdayaan dan ketidakmampuan seraya memohon ampunan, bimbingan, dan petunjuk-Nya. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga diberi kekuatan untuk menjadi hamba Allah yang lebih bertakwa. (As)
http://majalahnh.com/index.php/wawasan/449-indahnya-ramadhan.html
25 Agustus 2010, 20:10
Did you like this? Share it:
August 26th, 2010
12:23 PM Posted by HAPIA Mesir
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Iman, yaitu melaksanakan 6 rukun iman dan khususnya iman kepada Allah. seseorang akan medapatkan dan akan dapat merasakan manisnya iman tersebut jika melaksanakan hal-hal yang Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- kabarkan dalam hadistnya :
ثَلَاث مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَان مَنْ كَانَ اللَّهَ وَرَسُوله أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا , وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْء لَا يُحِبّهُ إِلَّا لِلَّهِ , وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُود فِي الْكُفْر بَعْد أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّه مِنْهُ كَمَا يَكْرَه أَنْ يُقْذَف فِي النَّار
Artinya : “Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim dari Anas -rodhiyallahu ‘anhu-)
Makna manisnya iman adalah ketika dapat merasakan nikmatnya beribadah, merubah dan menyerahkan setiap masalah hanya kepada Allah dan untuk ridho-Nya dan rosul-Nya dengan melakukan ketaatan dan menjauhi hal-hal yang menyelisihi Allah dan rosul-Nya. mencintai hanya karena Allah dan rosul-Nya, cinta antara anak adam dan yang lainnya berdasarkan cinta karena Allah dan rosul-Nya.
Dan benci/tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dengan hidayah. tenangnya hati dengan iman tersebut dan lapang dadanya. cinta adalah buah dari sebuah kecintaan terhadap Allah. mencintai apa yang Allah cintai. membenci apa yang Allah benci.
Mencintai seseorang dengan ketaatannya kepada Allah. dan tidak membenci seseorang kecuali terhadap perbuatan yang menyelisihi apa yang Allah ridhoi. menguatkan iman dengan berusaha memahami Islam dengan baik sesuai yang Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- dan sahabat-sahabatnya pahami.
# Rujukan
Syarh Shohih Muslim, karya Imam Nawawi (edisi bahasa Arab).
http://www.artikelislami.com/2010/05/sikap-sikap-mendatangkan-manisnya-iman.html
26 Agustus 2010, 15:29
Did you like this? Share it:
August 26th, 2010
Indahnya Sedekah

Dalam sebuah hadis diriwayatkan terjadi dialog antara Rasulullah dengan para sahabatnya, nabi bersabda ” Takala bumi diciptakan Allah, bumi ini sungguh terguncang dan bergetar hebat. Allah kemudian menancapkan gunung-gunung sebagai paku bumi sehingga bumi ini kokoh. para malaikat dengan penuh kekaguman kemudian bertanya kepada Allah, yang dalam dialog sederhana tergambar berikut ini :
‘Wahai Tuhan Kami, adakah dari ciptaan-Mu yang lain yang lebih dahsyat dari gunung ini?’
‘ada, yaitu besi. Sebab besi sanggup menembus gunung,’ Allah menjawab.
Malaikat penasaran.
‘Wahai Tuhan kami, masih adakah dari ciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari besi?’
‘Ada, yaitu api. Sebab api sanggup membakar besi dan melunakkannya.’
Malaikat semakin penasaran.
‘Ya Tuhan kami, masih adakah ciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari api?’
Allah menjawab, ‘Ada, yaitu air. Sebab air dapat memadamkan dasyatnya api.’
‘Malaikat semakin penasaran.
‘Ya Allah Tuhan Kami, masih ada dari ciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari air?’
‘Ada, yaitu angin. sebab angin dapat membawa dan menerbangkan air dari permukaan laut ke langit, dan menurunkannya lemudian menjadi air hujan yang membasahi bumi, menumbuhkan pepohonan dan tanaman lainnya…’
Para sahabat Rasulullah penasaran. Dan mereka bertanya :
‘Ya Rasulullah, adakah dari ciptaan Allah yang lebih dahsyat dari angin ?’
Rosul menjawab : Ada, yaitu SEDEKAH…..’
Jadi, kedahsyatan sedekah itu melebihi dahsyatnya gunung, besi, api, air, angin.
“Tapi ya Rasul Allah , hamba tidak memiliki harta untuk sedekah. Kami ini penduduk paling miskin di kota Madinah ini,” ujar para sahabat Rasulullah.
Mendengar itu nabi tersenyum. Lantas, Nabi Saw bersabda :
“Bersedekahlah dengan kata-kata yang baik atau dengan wajah yang tersenyum….”
Dalam suatu hadits qudsi diceritakan pula bahwa sedekah itu dapat mengubah takdir Allah yang satu dengan takdir Allah yang lainnya
download 25 agustus 2010, 20:12
http://ione1st.blog.friendster.com/2006/11/indahnya-sedekah/
Did you like this? Share it:
August 26th, 2010
Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui
(QS Al-Baqarah [2]:261)
Saat ini negara Indonesia tercinta, sekali lagi, TERCINTA, memang belum bisa memberikan kemakmuran yang layak bagi rakyatnya. Meskipun kaya raya akan hasil alam, tetapi hampir semua hasil tersebut dinikmati oleh sekelompok orang tertentu, dan sebagian lagi dinikmati oleh orang asing. Bahkan di sebuah negara yang kaya raya akan minyak, tetapi rakyatnya tidak mampu membeli minyak. Ironis memang.
Islam sebenarnya sudah memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan, atau paling tidak meringankan permasalahan orang yang kurang mampu. Solusi tersebut adalah melalui, yang tentunya sudah kita kenal dengan baik, yaitu zakat, infak dan sedekah. Allah swt menegaskan bahwa dalam harta orang-orang kaya terdapat hak orang miskin. Bila ada orang kaya yang tidak mengeluarkan zakatnya, maka sesungguhnya ia telah mencuri harga orang miskin. Kalau kita cermati, sebenarnya zakat itu tidak besar kok jumlahnya, hanya 2,5% yang relatif kecil jika dibandingkan dengan pajak PPN yang sebesar 10 persen, atau bahkan pajak undian yang sampai 20%.
Jika seorang kaya dengan segala ketulusan hati dapat memberikan bantuan secara maksimal untuk orang miskin, maka dapat dipastikan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan akan berjalan baik dan jurang pemisah yang menganga lebar antara si kaya dan si miskin akan tereliminir. Dengan catatan, kalian yang miskin jangan jadi pemalas dan hanya mengharapkan sedekah saja. OK?? Fair kan? Sejarah telah menunjukkan bahwa para sahabat Nabi merupakan orang yang sangat antusias dalam derma.
Perlu juga dicermati, bahwa harta yang kita peroleh secara halal, dari gaji misalnya, harus disucikan dengan zakat 2,5%. Sebenarnya cara kita memperoleh harta tersebut memang tidak murni seratus persen. Kadang-kadang kita bertengkar dengan teman kantor karena urusan pekerjaan, atau kita mengeluh karena pusing oleh pekerjaan. Nah, untuk itulah maka ada nilai sebesar 2,5% yang harus kita ikhlaskan agar hal-hal buruk yang terjadi ketika kita mendapatkan harta menjadi hilang. Dengan demikian sisanya merupakan harta yang benar-benar barokah.
Hal ini tidak berlaku bagi harta yang memang sejak awal sudah tidak halal. Seorang koruptor yang melakukan korupsi sebesar 1 Milliar tidak dapat dengan serta merta memberikan zakat sebesar 25 juta sehingga harta korupsinya menjadi halal. Ini sangat tidak benar. Harta korupsi tetap tidak berkah dan tidak dapat disucikan dengan 2,5%. Koruptor tersebut harus mengembalikan seluruh harta korupsi, beserta kerugiannya dan harus menanggung risiko hukum dan sosial akibat perbuatannya. barulah impas. Jadi, kalau dipikir-pikir, kalau harta kita halal, maka kewajiban kita hanya 2,5%. Tapi kalau harta kita tidak halal, maka kewajiban kita lebih besar dari pada harta yang telah kita peroleh tadi. Nah… Anda milih yang mana.
(Diadopsi dari Buletin Jum’at Sakinah, No. 194 Th. III September 2008, Ramadhan 1429)
Download tanggal 25 Agustus 2010, 20:14
http://www.narto.co.cc/2008/10/indahnya-sedekah.html
Did you like this? Share it:
August 26th, 2010

Apakah Anda pernah merasakan dalam hidup ini betapa indahnya Islam ? Jika belum, rasakan dulu betapa bahagianya seorang muslim hidup di bawah naungan agama terakhir. Seluruh panduan kehidupan tertuang dalam Al Quran. Inilah sumber kebahagiaan hakiki dari pencipta seluruh alam semesta dan isinya, termasuk manusia.
Sayangnya masih banyak orang menggali berbagai ilmu tidak bermanfaat dalam mencari kebahagiaan. Manusia mencari berlian di dalam bumi yang terang padahal berlian itu berada di dalam kamar. Manusia tidak mencari sumber kebahagiaan dari tempatnya.
Islam seperti artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Syumuliatul Islam tidak dirasakan dalam dirinya.
Keindahan Islam misalnya bisa dirasakan dalam peribadahan. Betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.
Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya 100 persen akan isi dari panduan hidup Islam.
Bukankah Allah SWT sendiri sudah meridhai Dinul Islam sebagai sebuah panduan kita. Renungkanlah bahwa Dzat Yang Menciptakan kita semua sudah memberikan sebuah panduan yang sudah dianugrahkan dengan lengkap lalu mengapa kita masih kebingungan? Kita rasakan bagaimana Maha Rahman Allah dengan ayat berikut.
[3:19] Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Jika keindahan Islam belum dirasakan dalam hati, maka perlu kita renungka apakah hati ini sudah kering, apakah hati ini tak pernah dibasuh dengan ayat-ayat-Nya. Apakah hati ini telah keras, tidak luluh dengan lantunan firman-Nya yang jadi panduan kita sehari-hati.
Islam akan menjadikan indah diri kita, menjadikan indah kehidupan kita, menjadikan indah semua langkah ke depan kita.
http://www.oasetarbiyah.com/?p=50
download tanggal 25/08/2010, pukul 19:44
Did you like this? Share it:
August 25th, 2010
Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Did you like this? Share it:
August 24th, 2010